February 2007


Hampir semua stasiun TV menayangkan berita tentang orang-orang berjenggot, berkopiah atau sorban berkain sarung atau gamis, serta berteriak Allahu akbar sebagai sosok-sosok pembangkang, pengganggu kedamaian negeri ini. Perusak bangunan dengan ledakan di mana-mana, yang tak hanya mengguncang kota-kota besar di Indonesia, tapi juga mengguncang dunia.

Ustad Abubakar Ba’asyir adalah salah satu nama yang dikaitkan dengan teror-teror bom yang mengganggu ketenteraman bangsa ini. Beliau dituduh beraliran Islam garis keras yang tidak kenal kompromi, penghasut kaum muda pesantren, pemalsu identitas, bahkan beliau diposisikan sebagai pemimpin dari perusakan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. (more…)

Pengelola Harian Kompas – kadang diplesetkan sebagai akronim Komando Pastur– mungkin bertanya-tanya, mengapa media yang katanya mengemban misi Amanat Hati Nurani Rakyat itu kerap diposisikan sebagai ‘musuh’ oleh kalangan Islam? Padahal, di antara jurnalis dan karyawan Kompas banyak yang beragama Islam, dan ada juga di antara mereka adalah Muslimah berjilbab. Kegiatan keislaman Kompas pun cukup signifikan. Bahkan, ada komunitas Islam yang tergabung dalam majelis ta’lim, pernah membuat buku panduan ibadah haji bagi karyawan yang hendak menunaikan rukun Islam kelima itu. Tetapi, mengapa Kompas ‘dimusuhi’ dan dinilai sebagi agen perusak dan penyulut api sektarian? (more…)