Ada hal menarik yang saya amati di beberapa stasiun di Indonesia. Yaitu munculnya tayangan2 yang menceritakan kehidupan masa lalu(kehidupan purba). Dalam tayangan itu diceritakan tentang kehidupan masa lalu yang begitu keras dan buas. Setiap makhluk mencoba untuk bertahan hidup. Dan seperti yang saya duga dari awal pada setiap adegannya selalu diulang-ulang kata EVOUSI.Sungguh sangat menjemukan dan memperihatinkan. Betapa tidak, teori yang sama sekali tidak ilmiah dan terbukti telah runtuh kini di Indonesia dicoba dipasarkan kepada kaum awam. Teori yang tidak sepantasnya masuk ke dalam ranah berpikir ilmiah karena hanya mirip seperti dongeng kini sudah mulai dijejalkan ke masyarakat awam tanpa memandang usia maupun tingkat pendidikannya. Dulu teori itu diajarkan kepada anak-anak SMU lewat mata pelajaran biologi. (more…)

Hampir semua stasiun TV menayangkan berita tentang orang-orang berjenggot, berkopiah atau sorban berkain sarung atau gamis, serta berteriak Allahu akbar sebagai sosok-sosok pembangkang, pengganggu kedamaian negeri ini. Perusak bangunan dengan ledakan di mana-mana, yang tak hanya mengguncang kota-kota besar di Indonesia, tapi juga mengguncang dunia.

Ustad Abubakar Ba’asyir adalah salah satu nama yang dikaitkan dengan teror-teror bom yang mengganggu ketenteraman bangsa ini. Beliau dituduh beraliran Islam garis keras yang tidak kenal kompromi, penghasut kaum muda pesantren, pemalsu identitas, bahkan beliau diposisikan sebagai pemimpin dari perusakan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. (more…)

Pengelola Harian Kompas – kadang diplesetkan sebagai akronim Komando Pastur– mungkin bertanya-tanya, mengapa media yang katanya mengemban misi Amanat Hati Nurani Rakyat itu kerap diposisikan sebagai ‘musuh’ oleh kalangan Islam? Padahal, di antara jurnalis dan karyawan Kompas banyak yang beragama Islam, dan ada juga di antara mereka adalah Muslimah berjilbab. Kegiatan keislaman Kompas pun cukup signifikan. Bahkan, ada komunitas Islam yang tergabung dalam majelis ta’lim, pernah membuat buku panduan ibadah haji bagi karyawan yang hendak menunaikan rukun Islam kelima itu. Tetapi, mengapa Kompas ‘dimusuhi’ dan dinilai sebagi agen perusak dan penyulut api sektarian? (more…)

Pertama kali melihat berita itu di layar TV , aku sangat terkejut. Awalnya aku menduga itu adalah penangkapan buronan teroris setingkat Dr. Azhari, apalagi nampak jelas di layar kaca ada baku tembak antara aparat kepolisian dengan buronan. Suasananyapun hampir menyerupai saat penggrebekan Dr. Azhari. Maka wajar saja klo aku berpikiran itu adalah penggrebekan Noordin M Top, buronan teroris kelas kakap versi indonesia. (more…)